Senin, 19 November 2018

Bigbet99 adalah situs judi bola resmi, agen bola terpercaya serta bandar taruhan bola online di Indonesia dengan bonus terbaik. agen bola resmi sbobet, maxbet, sbobet casino, judi online, agen sbobet online dan casino online. Whatsapp: +6282311818925 | BBM: Bigbet99 | LINE: cs.bigbet99

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – England

PERJALANAN PANJANG RUBEN LOFTUS CHEEK DARI KUALITAS YANG KAKU KE TIM UTAMA ENGLAND

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – || BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 || – Pada siang dini di pertengahan bulan September di dalam lapangan tim pemuda inti pada tempat latihan Cobham milik Chelsea, tepat dibelakang gedung akademi, dan Leroy Sane merasakan sebuah kesempatan. Pria Jerman itu berpakaian dengan warna Schalke, tingkatan timnya dan penguasaan setengah jam kedalam pertandingan grup Liga Pemuda Uefa, ketika dia mengambil dari bek kiri belakang yang menyerang, memotong kembali kedalam Charlie Colkett dan bersiap untuk melesatkan tendangan tepat dari dalam area pinalti. Apa yang terjadi pada 15 detik selanjutnya membuat Michael Ballack, yang dalam kunjungan yang jarang ke tempat tua itu, menganga dengan kekaguman.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Ruben Loftus Cheek, berkeliaran di belakang Sane, memaksa dirinya masuk diantara musuh dan bola yang datang, sedikit menyentuh bola itu untuk menghalanginya dari rivalnya yang lain, kemudian berlari kencang melewati antara dua pemain yang juga panik dan pergi dari situ. Usaha Sven Kohler untuk menangkis tendangannya pun tidak berhasil. Paul Stieber, diseret di dalam lapangan, dapat dilewati dengan mudah sekarang karena pemain gelandang Chelsea sudah membuat kepulan asap. Yang lain mungkin akan mebuat itu lebih rumit karena pertarungan itu sudah melibatkan lebih dari setengah dari jumlah lawan namun, daripada itu, disana teradapat sebuah operan yang dilakukan dengan tenang ke arah Charly Musonda di belakang. Satu operan crossing dan sebuah penyelesaian oleh Dominic Solanke setelah itu, Chelsea pun berada di depan.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Ballack, dari tempatnya menonton di sebuah stand kecil, terlihat menengok ke arah rekannya untuk bertanya: “Siapa sebenarnya anak kecil itu?” Dia mungkin seharusnya sudah tahu karena Loftus Cheek, yang akan membuat penampilan Piala Dunia pertamanya melawan Panama di Nizhny Novgorod pada hari Minggu, telah mendapat ulasan yang hebat di Chelsea sejak umur delapan tahun. Di dalam akademi di Cobham, sang gelandang England bisa berkembang menuju ke Russia adalah sebuah sumber kebanggaan yang besar, Pemain berusia 22 tahun itu telah lama dianggap sebagai harapan besar dari sistem pemuda yang sudah dipoles, satu yang akhirnya akan membuat sebuah tanda di klub itu pada tingkat senior. Mendengar dirinya secara terus menerus dideskripsikan seperti itu meyakinkan dirinya untuk tidak mencari pinjaman pada tim utama sepak bola di tempat lain dalam kepercayaan bahwa kesempatannya sudah dekat, dan, dengan kesempatan yang datang adalah jenis yang sangat jarang, yang bisa diragukan akan menghambat perkembangannya.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Yang diperlukan hanyalah delapan pertandingan sebagai tim pemulai dalam musim panjang di Crystal Palace untuk mendorong Gareth Southgate, untuk dimana dia telah mencetak tiga gol dalam empat pertandingan ketika tim U-21 meraih juara di Toulon Tournament pada tahun 2016, untuk memanggil Loftus Cheek ke dalam skuad senior. Kesan positif yang dibuat di dalam debutnya melawan Jerman pada bulan November sudah cukup untuk meyakinkan pihak manajemen bahwa dia akan menjadi sebuah aset di Piala Dunia. Sebuah cameo selama 10 menit melawan Tunisia pada hari Senin lalu dan paha Delle Alli yang terkilir sekarang mendorong dirinya ke dalam sisi itu.

“Gol Saya hanyalah untuk memberikan sebuah penekanan, untuk mencoba membuat kontribusi dan membantu tim supaya menang,” ujar dia. “Saya tidak berpikir: ‘Saya ingin bermain baik jadi Saya nanti akan memulai dengan tim pada pertandingan selanjutnya’. Namun impian setiap anak adalah untuk bisa bermain di Piala Dunia. Menonton di rumah bersama orang tua Anda ketika Anda berusia 10 tahun, Anda tidak akan pernah berpikir Anda akan berada di sana di masa depan. Bahkan walau hanya untuk tampil selama 10 menit… Anda tidak menyadarinya ketika Anda berada di lapangan sana tapi, setelah itu, Anda mencerna semuanya. Saya merasa sangat senang dan, apapun selanjutnya, Saya merasa sudah siap.”

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Tidak ada yang meragukan itu, paling tidak karena perjalannya hingga saat ini, dari sepak bola pada hari Minggu pagi dengan Springfield FC melalui sekolah perkembangan Chelsea di Catford, sudah sangat jauh dari lurus begitu saja. Pemain dengan tinggi badan relatif normal ini sebagai seorang anak tumbuh dengan cepat di usia remajanya. “mendapatkan semua otot ini dan tulang Saya tidak bisa mengatasinya,” menahan beberapa kasus keletihan dan rasa pusing yang, terkadang, membuat dirinya resah apakah tubuhnya bisa mengatasi olah raga itu. Pada usia 14 tahun dia melewatkan hampir seluruh musim karena demam kelenjar, namun disana juga terdapat beberapa cidera juga, menghambat perkembangannya, memunculkan rasa keraguan diri.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Masalah punggung masih terkadang kambuh lagi bahkan hingga sekarang, dengan Loftus Cheek, setinggi 6 kaki dan 4 inchi dan berusia 14 tahun, mengikuti sebuah program kesehatan yang ketat yang sangat bergantung pada yoga.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Kemampuan yang ditunjukkan ketika melawan Schalke, semua kekuatan yang menakutkan, kecepatan yang menipu namun dengan kaki yang lembut, masih membuat dia menonjol dan, ketika dia tumbuh penuh dengan tubuhnya, kesempatan pun datang. Pada usia 16 tahun, disana terdapat sebuah pengalih perhatian dari sebuah pertikaian profil tinggi antara agen prospektif atas kontrak dirinya sebelum menandatangani sebuah kontrak profesional yang menguntungkan dengan Stamford Bridge, dengan angka yang mengejutkan yang dibicarakan dan diperdebatkan di area publik. Itu membutuhkan sebuah keluarga yang erat untuk memastikan masalah itu tidak menjadi lebih merusak namun potensial Loftus Cheek mebuat penolakan rasa tertarik terhadap klub seperti Manchester City dan Barcelona sebuah prioritas utama. Chelsea mebayarnya untuk menjaga dirinya jauh dari genggaman mereka.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Bukan berarti peluang itu akan mengikuti. Jose Mourinho telah pertama kali bertemu dengan dirinya ketika Loftus Cheek berada dalam U-9, seperti yang diterbitkan di dalam akun Instagram pemain itu, dan mengenali bakatnya yang besar. Ciri fisik anak itu langsung menandakan dirinya sebagai pemain dengan gaya Mourinho dan, tiga bulan setelah lesatan kecepatan dan kekuatan melawan tim muda Schalke, dia berada dalam latihan rutin dengan para senior dan terpilih dalam skuad hari pertandingan untuk sebauh pertandingan grup di Liga Champions melawan Sporting Lisbon pada bulan Desember tahun 2014.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Mourinho, pada saat itu berada di tugas keduanya di dalam klub itu, menominasikan sang pemuda untuk melakukan konferensi press sebelum pertandingan, sesuatu yang dia lakukan dengan mengagumkan. Remaja itu telah diberi kepercayaan pada sebuah singgasana, seluruh acara itu ditata sebagai sebuah perayaan untuk akademi itu, hanya untuk sang manajer menawarkan sang pemain tujuh menit di akhir pertandingan yang sudah bisa ditebak pada malam berikutnya. Dia akan bermain satu menit sepak bola senior hingga pada debut penuh miliknya, ketika gelar itu sudah diamankan, pada pertengahan bulan Mei. Antiklimaks dari semua itu sudah cukup jelas.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Manajer itu belum selesai. Sebuah penampilan 27 menit yang tidak berkesan pada pertandingan persahabatan setelah musim melawan Sydney FC di depan 83,598 penonton di ANZ Stadium beberapa minggu kemudian dicap sebagai tidak bisa diterima oleh Mourinho. Peremehan publik itu sangat brutal. “Ruben mengatakan bahwa dia merasakan sakit di punggungnya namun apa yang Saya rasa adalah itu hanyalah rasa sakit ketika Sydney menguasai bolanya,” ujar dia. “Jadi, dengan Ruben, itu adalah satu langkah kebelakang pada hubungan saya dengan dirinya. Jika dia tidak tahu apa artinya untuk bisa bermain bersama Saya dan Chelsea, itu adalah satu langkah kebelakang.”

“Ruben harus mempelajari hal itu, pada usia 19 tahun. kau harus berlari tiga kali lebih banyak daripada pemain lainnya dan kau harus bermain hingga batasmu. Kau tidak harus bermain seperti seorang superstar dengan bola yang ada di kakimu karena ini bukanlah tim U-18. Kompetisi itu terlalu mudah baginya. Dia terlalu hebat untuk itu, namun Saya tidak menerima bahwa seorang pemain, ketika kami tidak menguasai bola, tidak pergi menekan, tidak memiliki intensitas dan menunggu untuk orang lain merebut bolanya. Saya tidak menerima itu pada seorang superstar, jadi kenapa Saya harus menerimanya pada anak berusia 19 tahun? Dia harus mempelajari apa yang dibutuhkan untuk bermain bersama kami.”

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Taktik itu mungkin dirancang untuk mendorong para pemuda namun Loftus Cheek akan bermain selama delapan menit di Liga Premier ketika masa jabatan Mourinho diungkapkan secara spektakuler pada musim gugur. “Mourinho menahan dirinya,” ujar ayal Loftus Cheek, Trevor Loftus, pada tahun lalu. “Semua dibalik layar menanyakan: ‘Kenapa dia tidak bermain?’ Jika Ruben bermain untuk Mouricio Pochiettino, dia akan sudah memiliki 70, 80, 90 penampilan sebagai tim untu saat ini.”

Di sana terdapat enam penampilan sebagai pemain pengganti dalam perjuangan memenangkan gelar dibawah Antonio Conte, yang melihat kualitas mentah pada dirinya namun belum mencoba menggunakan dirinya sebagai striker kedua dibelakang Diego Costa pada masa sebelum musim – hampir tidak ideal untuk sebuah gelandang yang tidak pernah bermain dengan punggungnya membelakangi gawang – dan tanpa peran sama sekali pada formasi 3-4-3 miliknya.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Dia belajar dari rekan senior satu timnya dalam latihan, seperti yang selalu dia lakukan sejak dipasangkan sebagai pemuda berusia 14 tahun dengan Didier Drogba pada latihan satu lawan satu, namun, sebagai anggota dari tim inti, dia bermain tidak satupun sepak bola U-23, yang meninggalkan dirinya kekurangan waktu dalam pertandingan. Kemudian, pada musim panas lalu, Crystal Palace datang memanggil.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Di Selhurst Park, Loftus Cheek menguatkan diri. Tahun itu pada masa pinjaman menyediakan dirinya sebuah pengalaman hidup di tingkat senior, bagaimana untuk menghadapai menjadi ditinggal atau sebagai pemain pengganti, untuk beradaptasi secara psikologis menghadapi kemunduran di lapangan. Dia tidak merasakan sebuah kemenangan hingga pertandingan ke 10 nya di dalam klub itu, yang pada saat itu dia sudah lulu kedalam tatanan senior England. Dia mendapatkan keuntungan dari pelatihan Roy Hodgson di Beckenham namun itu adalah waktu dalam pertandingan yang telah memahat dirinya dan dimana dia benar-benar mendapatkan keuntungan.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Pemuda itu adalah sebuah spons, menyerap semua ilmu dari staff pelatih dan bakat sepak bola lapangan dari rekannya di lapangan, sepanjang waktu perjuangan yang menghasilkan pada 24 penampilan di Liga Premier, sebuah pencapaian yang mungkin akan lebih mengesankan hika dia tidak menderita sebuah hiatus selama tiga bulan di tengah musim dengan masalah pergelangan kaki. “Dia tidak memiliki kelemahan,” ujar Hodgson. “Dia memiliki semua kualitas – kecepatan, sentuhan, kewaspadaan – yang Anda butuhkan dari seorang gelandang tengah.”

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Dia menemukan bagaimana cara untuk menang dengan tim yang tidak menantang untuk sebuah trofi dan mempelajari pertama kali aspek buruknya – tendangan musuh, pancingan emosi di tengah lapangan atau usaha untuk menghindarinya – dari pertandingan senior. Kontras adalah garis luar awalnya, ketia dia menawarkan cahaya padaha kualitasnya, dengan keberhasilan yang konsisten pada enam penampilannya yang selanjutnya.

Daftar Judi Bola Online Bank Permata dan Panin – Dia mengalahkan lawannya dalam waktunya masuh itu ketika tim berlari menuju urutan posisi ketengah. Staff pelatihan Palace kagum dengan seberapa “dingin” dirinya ketika berada di latihan, khususnya dengan penyelesaian yang hanya terkadang bisa dilihat sekilas di panggung kompetitif. “Sejak Saya masih anak-anak, Saya selalu tenang dengan bola,” ujar dia. “Itu jatuh pada kewaspadaan juga. Ketika Anda memiliki kewaspadaan yang bagus dan Anda tahu betul apa yang sedang terjadi di sekitar Anda, Anda tidak perlu panik, Itu tidak ada gunanya. Itu hanya akan membuat hal menjadi lebih buruk. Anda harus tetap tenang, santai dan teratur.”

Dia akan kembali ke Chelsea jauh lebih tangguh secara mental dan dengan final Piala Dunia di genggamannya. Loftus Cheek menghabiskan hari liburnya melakukan tur di museum Warisan Seni dan Budaya St Petersburg dengan empat rekan timnya, namun fokus dirinya sudah terkunci pada Panama. Orang baru yang masuk melalui Schalke bertahun-tahun yang lalu itu, meninggalkan Sane di jejaknya, memiliki sebuah impian untuk diwujudkan di Russia.

Tags: