Sabtu, 18 Agustus 2018

Bigbet99 adalah situs judi bola resmi, agen bola terpercaya serta bandar taruhan bola online di Indonesia dengan bonus terbaik. agen bola resmi sbobet, maxbet, sbobet casino, judi online, agen sbobet online dan casino online. Whatsapp: +6282311818925 | BBM: Bigbet99 | LINE: cs.bigbet99

Mobile Sbobet Indonesia – England

BAGAIMANA ENGLAND BERUBAH BENTUK: EVOLUSI TAKTIK HOLLAND KEPADA SOUTHGATE

Mobile Sbobet Indonesia – || BBM : Bigbet99 | WA : +6282311818925 || – Itu adalah pada saat makan malah di suatu malam di Sochi ketika ide tentang hal itu terbentuk. Gareth Southgate sedang bersama dengan asistennya, Steve Holland, seperti yang sering dia lakukan pada musim panas lalu. Mereka memiliki kejuaraan Eropa U-21 untuk diikuti di Poland dan, secara bersamaan, Confederations Cup di Russia. Kemudian pada satu malam, di dalam sebuah restoran di Black Sea, diskusi berubah menjadi rencana bagi England untuk Piala Dunia dan mengubah bentuk keseluruhan dari pihak itu.

Mobile Sbobet Indonesia – Pada tahap itu, kedua pria perencana perjuangan England di dalam Piala Dunia itu sedang menggunakan waktu yang mereka miliki di Russia untuk mencari tempat yang berpotensi untuk basis pelatihan. “Kami belum masuk kualifikasi, tentu saja, tapi tanpa menunggu inisiatif kami mencari tempat yang mungkin bagus dan mengalami iklim yang berbeda,” Holland mengingat percakapan yang menuntun kepada England untuk mengerahkan formasi 3-3-2-2 mereka saat ini. “Kami menghabiskan waktu sekitar empat minggu dalam perjalanan di Russia, iya kami berdua. Kami pergi kembali untuk menonton pertandingan U-21 ketika pertandingan England sedang berlangsung dan kemudian kembali lagi untuk Confederations Cup. Kami menghabiskan banyak waktu di dalam pesawat namun itu malah memberikan kami kesempatan untuk berbincang tentang apa yang telah kami pelajari selama setahun ini.”

Mobile Sbobet Indonesia – Lebih dari apapun, kedua pria itu mulai saling melempar ide satu sama lain tentang menyingkir dari sistem yang digunakan selama ini oleh pendahulu mereka. Dan ini, pada akhirnya, adalah mengapa England sedang beroperasi di formasi yang baru dibentuk dengan sayap belakang, tiga bek tengah dan tanpa pemain sayap ortodoks.

“Ketika pada awal kami mengambil alih Saya mungkin tidak perlu untuk mengingatkan Anda tentang keadaanya,” ujar Holland, menanggapi cerita itu. “Pada permainan yang sebelumnya adalah Sam [Allardyce] yang berposisi sebagai manajer dan pada pertandingan kualifikasi – away Slovakia, bermain dengan 10 orang – ketika kami mendapat gol terlambat [Adam Lallana]. Pertandingan sebelum itu lagi adalah dengan Iceland di Euro 2016 [dibawah Roy Hogson]. Jadi pertandingan pertama milik Gareth adalah: tiga manajer dalam tiga permainan dengan England, dibelakang melawan Iceland dan semua masih sangat terasa di suasananya. Kami memiliki dua atau tiga hari untuk bekerja dan kami berhasik masuk kedalam kualifikasi.” – Mobile Sbobet Indonesia.

“Gareth adalah pria yang cerdas dan menyadari lebih awal bahwa itu adalah bukan waktu yang tepat untuk revolusi. Itu adalah waktu untuk membuat keputusan yang akan memberikan hasil pada jangka yang pendek, untuk dapat lolos kualifikasi. Sistem dari Roy adalah 4-3-3. Sam juga telah menggunakan 4-3-3 di dalam satu pertandingannya, kami mengambil dari itu menjadi 4-2-3-1 dengan seorang nomor 10 yang hanya akan menjadi sebuah titik pivot. Dan rencananya, di dalam jangka pendek, adalah untuk mendapatkan sedikit lebih banyak bantuan kepada pemain depan berharap bahwa itu akan cukup untuk membawa kami bisa lolos.” – Mobile Sbobet Indonesia.

Mobile Sbobet Indonesia – England berhasil lolos kualifikasi tanpa kalah satu pertandingan pun. Walau begitu baik Southgate atau orang nomor duanya sama-sama merasa sudah puas. Southgate telah bermain di dalam pertahanan tiga orang England dibawah Terry Venables dan Glenn Hoddle. Holland telah melatih di Chelsea ketika tim Antonio Conte memenangkan Liga Premier dengan tiga orang berada di lini belakang. Dan pada malam itu, sendang menyantap makan malam di Sochi, keputusan telah dibuat yang dimana itu juga akan menjadi kesempatan terbaik England.

“Kami melihat pada tim Euro 96 milik Terry Venables, dengan Steve McManaman dan Darren Anderton sebagai sayap belakang dan Gary Neville di lini tiga orang bealakang, dan penyeimbang di bagian tengah lapangan,” ujar Holland. “Kami bahkan kembali ke Bobby Robson, yang memulai dengan salah satu cara bermain di Italia 90 kemudian kembali ke tiga lini belakang. Namun daripada itu menjadi sebuah sesuatu yang diingat [oleh Southgate] pada masa lalu, proses yang terjadi adalah: apa yang memberikan kami kesempatan terbaik supaya tidak kebobolan gol terlalu banyak? Apa yang memberikan kami kesempatan terbaik untuk mendapatkan kendali permainan lebih banyak pada bolanya? Itu adalah dua faktor intinya.” – Mobile Sbobet Indonesia.

“Saya menonton pertandingan di Confederations Cup – Jerman, Portugal, Meksiko, Chili, beberapa tim yang cukup bagus – dan mencoba untuk membayangkan tentang bagaimana kami akan terlihat ketika menghadapi lawan seperti itu. Kami telah membuat beberapa keputusan dan salah satu dari itu adalah tiga orang lini belakang. Kami merasa kami akan bisa melakukan dengan lebih baik, dengan ataupun tanpa bola, dengan tiga orang lini belakang.” – Mobile Sbobet Indonesia.

“Saya menghabiskan satu tahun dengan Antonio ketika Chelsea menang di dalam liga dengan formasi 3-4-3, dengan [Cesar] Azpilicueta, seorang bek penuh, di dalam formasi tiga orang lini belakang, Gary Cahill di kiri dan David Luiz, seperti itu pada waktu itu, di bagian tengah. Pada pertam kali kami mencobanya [formasi 3-4-3] dengan England, di dalam pertandingan persahabatan melawan Jerman [pada bulan Maret 2017], kami kalah dalam pertandingan itu, tapi itu lebih dari sebuah penampilan yang cukup memuaskan. Jadi tahap berikutnya adalah bagaimana kami membuat keseimbangan tengah lapangan yang benar. Kami memiliki pemain depan yang baik dan jika kami memainkan itu [formasi 3-3-2-2] kami bisa memasukkan dua orang di dalam lapangan, daripada hanya satu saja. Satu-satunya kriteria, setelah yang disebutkan, adalah: ‘Apakah kami memiliki sayap belakang?’ Dan sang sayap belakang itu adalah masalah kami yang terakhir: kami memiliki semua jenis yang berbeda dari pemain sayap belakang. Jadi itu cukup masuk akal.” – Mobile Sbobet Indonesia.

Mobile Sbobet Indonesia – Idenya adalah untuk Kieran Tripper dan Ashley Young untuk berlaku sebagai sayap pembantu daripada pemain bek yang ortodoks, dengan Jordan Henderson beroperasi sebagai titik pivot dan dua gelandang penyerang untuk memberikan bantuan untuk Harry Kane dan Raheem Sterling. Peran itu jatuh kepada Jesse Lingard dan Dele Alli melawan Tunisia. Akan tetapi, Robun Loftus-Cheel sudah di siapkan untuk bermain di pertandingan hari Minggu melawan Panama karena cidera paha yang dialami oleh Alli.

“Pertandingan melawan Belanda pada bulan Maret adalah pertama kalinya Anda akan melihat kami bermain dengan dua ‘nomor 8’ yang menyerang lebih daripada seorang [Jake] Livermore, sebagai contohnya, yang adalah pemain yang bagus namun lebih berpikiran ke pertahanan,” ujar Holland. “Nigeria adalah pertama kalinya kami mencoba Dele disana – keseimbangan dari dirinya yang berlari kedepan, posisi yang diambil oleh Jesse dan Raheem sedikit berkurang. Itu membuat masalah bagi lawan kami. Jadi apakah itu sebuah penebusan? Mungkin saja tidak, karena kami bisa melihat tanda kalau itu akan datang. Namun apa yang lebih menarik ada dalam empat pertandingan kami yang lalu, perlawanan telah berubah pada paruh waktu untuk bertahan melawan kami sebanyak tiga kali.” – Mobile Sbobet Indonesia.

“Belanda mengganti pada paruh waktu dan sebenarnya merubahnya lagi pada babak kedua. Nigeria mengganti pada paruh waktu. Dan disana ada sebuah pergantian [dari Tunisia] pada paruh waktu. Dan itu biasanya adalah tanda yang baik, jika lawan mendapatkan masalah untuk bertahan dengan apa yang coba kami lakukan.” – Mobile Sbobet Indonesia.

Mobile Sbobet Indonesia – Sistem yang baru ini dirancang untuk menjadi lebih bertualang, dengan mengikuti motto “serang turnamen” di dalam skuad ini di Repino. Namun apakah semuanya cukup nyaman dengan hal itu? Kyle Walker, untuk salah satunya, telah menganggap dirinya sebagai seorang bek kanan penyerang daripada sebagai, seperti yang telah Southgate gunakan dari dia, gelandang tengah ketiga.

“Saya akan melihat hal itu dari sisi lain,” bantah Holland. “Kami telah banyak melihat Manchester City pada tahun ini dan Kyle belum pernah bermain seperti yang dia lakukan di Tottenham pada tiga tahun yang lalu. Dia belum pernah menghabiskan waktunya pada posisi 30 hingga 40 meteer dari touchline. Dia telah mengontrol serangan balik bertahan selama ini, namun kami tidak meminta dia untuk bermain di belakang pemain penyerang [milik lawan]. Dia kurang lebih bermain di posisi yang dia mainkan di dalam klubnya ketika mereka menjadi pemenang.” – Mobile Sbobet Indonesia.

Mobile Sbobet Indonesia – Bagi Holland, ini adalah momen yang menjadi pembuktian mengapa dia menjadi asisten Southgate secara waktu penuh, meninggakan Chelsea – sebuah klub yang dia deskripsikan sebagai “briliant bagi Saya… paling menarik di seluruh dunia, tidak pernah ada saat yang membosankan – sayangnya, tidak selalu bagus”. – Mobile Sbobet Indonesia.

Mobile Sbobet Indonesia – Namun dia juga mengambil poin bahwa rekan satu tim Harry Kane tidak selalu bisa mengandalkan pada sang kapten untuk mencetak gol. “Tim itu mencapai tingkat yang bagus pada performanya. Mereka membuat lebih banyak kesempatan, terlihat lebih berbahaya dan apa yang belum mereka lakukan adalah menyelesaikan pertandingan itu. Itu bisa menjadi tiga dari empat [melawan Tunisia] pada paruh waktu. Jadi apakah hal itu?”

“Jika Anda memperhatikan tim England, dimana gol-gol kami? Kami telah terlalu bergantung kepada Harry… dia adalah satu pemain yang memiliki catatan penampilan pada tingkatnya yang bisa Anda andalkan.” – Mobile Sbobet Indonesia.

“Setelah itu, dimana gol-gol kami? Dele memiliki gol bagi Tottenham namun belum bisa secara konsisten melakukan hal itu [untuk England]. Raheem memiliki gol [untuk Manchester City] namun belum bisa menyalurkan hal itu pada tingkat internasional. Jessa telah mengambil waktu cukup lama untuk mendapatkan gol bagi Manchester United. Dia masuk kedalam posisi yang bagus [melawan Tunisia]. Apakah kami memiliki kesempatan mencetak angka yang lebih baik dengan posisi itu? Saya tidak yakin akan hal itu. Kami akan menjalankan dengan para pemain yang kami rasa memiliki potensial itu namun mereka adalah para pemuda yang belum begitu banyak mendapat panggilan. Itu mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama.”